TANGERANG, Penatipikor.com – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan silaturahmi antarperguruan pencak silat se-Kecamatan Kemiri pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, di halaman Kantor Kecamatan Kemiri.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat persaudaraan antarinsan pencak silat sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya bangsa.
Acara dipimpin langsung oleh Ketua IPSI Kecamatan Kemiri, Yaman Kalah Hideng. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus, pelatih, dan anggota perguruan pencak silat untuk terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta membangun semangat kebersamaan di tengah keberagaman perguruan yang ada di wilayah Kemiri.
“Pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa yang mengandung nilai kedisiplinan, kehormatan, tanggung jawab, dan persaudaraan,” ujarnya.
Sejumlah perguruan pencak silat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya TTKKBI, TTKKDH, Terumbu Banten, PSHT, Pencak Silat Kera Sakti, Pagar Nusa, Padepokan Malandala Sakti, dan Lodaya Putih.
Menurut Yaman, keberadaan pencak silat memiliki peran strategis dalam pembinaan generasi muda. Melalui latihan yang terarah dan pembinaan yang berkelanjutan, pencak silat dinilai mampu membentuk karakter, memperkuat mental, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan pelajar dan pemuda.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang komunikasi antarperguruan untuk memperkuat sinergi dan menjaga hubungan yang harmonis. Dengan terbangunnya komunikasi yang baik, diharapkan pembinaan atlet di Kecamatan Kemiri dapat berjalan lebih optimal dan melahirkan prestasi di tingkat daerah maupun yang lebih tinggi.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak tertib, aman, dan penuh . Semangat persaudaraan antarperguruan menjadi warna utama yang mewarnai jalannya acara.
Melalui kegiatan ini, IPSI Kecamatan Kemiri berharap pencak silat tidak hanya tetap hidup sebagai tradisi budaya, tetapi juga terus berkembang sebagai sarana pembinaan karakter dan wadah lahirnya generasi muda yang berprestasi.












