Penatipikor.com | DENPASAR – Menjelang dua hari besar keagamaan yang berlangsung berdekatan, yaitu Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polresta Denpasar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Agung 2026 pada Senin (9/3/2026) di Gedung Pesat Gatra Lantai III Polresta Denpasar.
Rakor ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar Leonardo D. Simatupang dan dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar, Dandim 1611/Badung, serta perwakilan dari berbagai instansi seperti TNI, Pemerintah Kota Denpasar, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Majelis Desa Adat (MDA), hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi guna memastikan rangkaian perayaan Nyepi dan Idul Fitri dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh toleransi di tengah masyarakat.
Kapolresta Denpasar menjelaskan bahwa rakor lintas sektoral merupakan langkah penting untuk menyatukan persepsi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pengamanan pada tahun sebelumnya. Dengan koordinasi yang kuat, diharapkan seluruh potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak dini sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan nyaman.
“Melalui Operasi Ketupat Agung 2026, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder akan bersinergi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa, merayakan Idul Fitri, serta menjalani rangkaian Hari Raya Nyepi dengan penuh khidmat,” ungkapnya.
Operasi Ketupat Agung 2026 sendiri akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan berbagai unsur pengamanan di sejumlah titik strategis wilayah Denpasar.
Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah hal penting, mulai dari evaluasi tren gangguan kamtibmas, potensi kriminalitas, hingga upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas selama masa perayaan. Seluruh data tersebut menjadi dasar dalam menyusun langkah pengamanan yang lebih terukur dan responsif.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polresta Denpasar yang terus memperkuat koordinasi lintas sektor.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan khususnya saat malam pengerupukan, serta mengajak seluruh pihak untuk menjaga kebersamaan dan toleransi mengingat dua perayaan keagamaan besar berlangsung hampir bersamaan.
Sementara itu, perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar dan tokoh agama juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana saling menghormati di tengah masyarakat. Salah satu kesepakatan yang disampaikan adalah rencana pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026 dan akan dilaksanakan pukul 08.00 Wita, sebagai bentuk penyesuaian dengan rangkaian Hari Raya Nyepi.
Melalui rakor ini, seluruh pihak sepakat untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat koordinasi, serta bersama-sama mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar di media sosial.
Dengan semangat kebersamaan dan toleransi yang menjadi ciri khas Bali, diharapkan rangkaian Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 di Kota Denpasar dapat berlangsung aman, damai, dan penuh keharmonisan
(Hms/degading)










