Telan Anggaran Rp11,8 Miliar, Proyek Pengendalian Banjir Sungai Cikawung Cilacap Dikebut

CILACAP, penatipikor.com – Warga Desa Sidasari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap kini bisa bernapas lega. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy dan SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Citanduy resmi merealisasikan proyek strategis Prasarana Pengendalian Banjir Sungai Cikawung dan Anak-Anak Sungainya di Kabupaten Cilacap.

​Proyek krusial ini dibiayai oleh APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp11.840.000.000,-. Pengerjaan fisik dilapangan mencakup normalisasi alur sungai sepanjang sekitar 4,28 kilometer, pembangunan tanggul pengaman, serta perbaikan struktur pesisir. Langkah ini mendesak dilakukan guna mengatasi masalah klasik pendangkalan, erosi tebing, dan penyempitan badan sungai yang kerap memicu banjir tahunan di pemukiman serta lahan pertanian warga.(12 Juni 2026).

​Detail Kontrak dan Target Pelaksanaan

​Merujuk pada papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan ini memiliki target penyelesaian yang ketat.

• ​Nomor Kontrak: 02/PP-KTR/Bbws13.6.1/V/2026-ADD.I

• ​Tanggal Kontrak: 04 Mei 2026

• ​Durasi Kerja: 240 (dua ratus empat puluh) hari kalender

• ​Kontraktor Pelaksana: CV. Badia Karya

• ​Konsultan Supervisi: PT. Oseano Adhitaprasarana KSO PT. Dinamika Persada

​Utamakan Kualitas Mutu dan K3

​Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek yang dikerjakan oleh CV. Badia Karya ini menerapkan standar keamanan dan mutu yang ketat. Seluruh tenaga kerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

​Selain itu, struktur penahan air dibangun menggunakan material premium berupa batu gunung pilihan asal Ciwuni yang dikenal kokoh dan berdaya tahan tinggi. Pihak pelaksana memastikan proyek berjalan secara bertahap dan terdokumentasi rapi demi menjaga transparansi serta kesesuaian spesifikasi teknis.

​Apresiasi dari Warga dan Pemerintah Desa

​Kepala Desa Sidasari, Mundirin, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas realisasi proyek yang sudah dinantikan warga selama bertahun-tahun ini.

“Alhamdulillah, perjuangan dan usulan kami sekian lama akhirnya dijawab oleh pemerintah pusat. Pembangunan talud dan tanggul pengaman ini sangat dinantikan warga,” ujar Mundirin haru.

​Senada dengan kades, Ari, salah seorang tokoh masyarakat setempat, mengaku optimis wilayahnya akan bebas dari banjir saat musim hujan tiba.

​”Kami tidak lagi merasa was-was. Dengan tanggul kokoh dari batu berkualitas yang dikerjakan secara tertib ini, kami berharap tidak ada lagi genangan air yang merusak sawah dan rumah warga,” kata Ari.

​Dengan durasi kerja 240 hari, seluruh pihak optimis proyek ini dapat selesai tepat waktu dan berfungsi maksimal demi memberikan rasa aman sekaligus melindungi aset roda perekonomian warga di Kecamatan Cipari.

Pewarta: Rival r.d.k

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *