Penatipikor.com | DENPASAR – BALI, Pengabdian sejati selalu menemukan jalannya pulang. Setelah menorehkan perjalanan panjang dalam penugasan nasional, Brigadir Jenderal Polisi I Made Astawa kini kembali ke tanah kelahirannya untuk mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali.
Penunjukan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Nomor ST/99/I/KEP/2026 tertanggal 15 Januari 2026, sebagai bagian dari mutasi dan penyegaran organisasi di tubuh Polri.
Bagi masyarakat Bali, penugasan ini bukan sekadar pergantian jabatan. Brigjen Pol. I Made Astawa, putra daerah asal Kerambitan, Kabupaten Tabanan, kembali mengabdi di kampung halaman dengan membawa pengalaman, kedewasaan kepemimpinan, dan nilai pengabdian yang ditempa dari berbagai medan tugas strategis.
Sebelum dipercaya menduduki posisi Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa menjabat sebagai Wakil Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Pengalamannya di bidang intelijen dan kontra-terorisme menjadi modal penting dalam memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di Bali yang dikenal sebagai wajah Indonesia di mata dunia.
Dalam mutasi ini, Brigjen Pol. I Made Astawa menggantikan Brigjen Pol. I Komang Sandi Arsana, yang selanjutnya dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Biro Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.
Kembalinya putra daerah ke jajaran pimpinan Polda Bali diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana—harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.
Dengan semangat pengabdian dan kearifan lokal Bali yang menjunjung tinggi nilai tat twam asi (aku adalah engkau), Brigjen Pol. I Made Astawa diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara humanis, tegas, dan berkeadilan, serta menjaga Bali tetap aman, damai, dan bermartabat.
Penugasan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam menghadirkan kepemimpinan yang tidak hanya profesional, tetapi juga memahami denyut budaya dan karakter masyarakat yang dilayani, sejalan dengan semangat Polri Presisi.
Red/degading
















