TANGERANG, Penatipikor.com – Proyek pemasangan saluran U-Ditch yang merupakan kegiatan aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PAN di Desa Sidoko, Kecamatan Gunung Kaler, menuai sorotan dan protes dari warga. Pasalnya, setelah pekerjaan dinyatakan rampung, sejumlah kondisi di lapangan dinilai jauh dari harapan masyarakat.
Warga mengeluhkan hasil pekerjaan yang dinilai kurang maksimal. Dari pantauan di lokasi, sejumlah U-Ditch terlihat dalam kondisi pecah namun masih tetap terpasang. Selain itu, sisi kanan saluran juga disebut belum dilakukan perapihan oleh pihak pekerja.
Usai dilakukan pengecekan di lapangan, ditemukan kejanggalan lain terkait papan informasi proyek. Papan kegiatan tersebut justru terlihat terpasang di sebuah warung sembako dan bukan di sekitar titik lokasi pekerjaan sebagaimana mestinya agar diketahui masyarakat.
Menanggapi hal itu, Alex Sibti selaku pemuda asli Desa Sidoko mempertanyakan papan informasi proyek yang dinilai tidak sesuai aturan keterbukaan informasi publik.
“Kenapa papan informasi kegiatan dipasang di sebuah warung? Ini jelas menjadi pertanyaan. Seharusnya dipasang di lokasi kegiatan agar masyarakat Desa Sidoko mengetahui adanya pekerjaan tersebut,” ujar Alex.
Alek selaku pemuda sidoko meminta, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhammad Amud, untuk melakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut agar seluruh pekerjaan aspirasi dapat berjalan sesuai standar operasional dan aturan yang berlaku.” Ungkapnya
Menurutnya, ditemukan sejumlah dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Di antaranya U-Ditch pecah yang masih dipasang, pekerja yang tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja (K3), lemahnya pengawasan lapangan, hingga dugaan pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.” Ucapnya
Selain itu, setelah U-Ditch dipasang, terlihat tidak ditemukan adanya hamparan pasir bawah sebagaimana menurut standarisasi pemasangan yang semestinya dilakukan. Nat sambungan antar U-Ditch juga tidak terlihat sepanjang jalur pemasangan. Ditambah lagi, kualitas material diduga di bawah standar dan papan informasi proyek dipasang di lokasi yang tidak semestinya.
Sorotan juga datang dari timses Partai PAN yang turut mempertanyakan pelaksanaan proyek tersebut. Salah seorang timses PAN mengaku melihat banyak kejanggalan di lapangan dan merasa bingung dengan mekanisme pelaksanaan pekerjaan yang dinilai dikendalikan oleh satu pihak.
“Bang, kita juga melihat banyak kejanggalan. Bingung kita juga kang, semua Latif yang kondisikan,” cetus salah seorang timses PAN kepada wartawan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait berbagai sorotan dan dugaan kejanggalan di lapangan, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Partai PAN, Baiquni, memberikan tanggapan singkat.
“Jika ada kesalahan di lapangan silakan hubungi mandornya kang,” singkat Baiquni saat dikonfirmasi. Ia juga menyampaikan, “Terima kasih atas masukannya.”
Warga berharap pihak pelaksana segera melakukan perapihan terhadap hasil pekerjaan tersebut. Masyarakat juga meminta Baiquni memberikan teguran kepada pihak yang diberi mandat melaksanakan pekerjaan agar proyek berjalan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil pantauan awak media kegiatan aspirasi tersebut merupakan program milik Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Baiquni dari Partai PAN dengan nilai anggaran sebesar Rp97.396.000 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026. Pelaksana kegiatan tercatat CV Mina Bahari dengan jenis pekerjaan pemeliharaan U-Ditch di RT 10/003 Desa Sidoko, Kecamatan Gunung Kaler.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait sejumlah temuan di lapangan.(Red)








