Tangerang, Penatipikor.com – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, jajaran Polsek Panongan terus melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung hibrida di wilayah Desa Rancakalapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan monitoring dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai, berlokasi di Kampung Rancakalapa RT 04/01, Desa Rancakalapa. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Panongan, IPTU Irruandy Aritonang, S.H., dengan melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Rancakalapa AIPDA Prima Yananta, S.H., serta Kelompok Tani Rancagabus sebagai pelaksana di lapangan.
Monitoring tersebut merupakan bagian dari program penanaman jagung hibrida “1 Desa 2 Hektar” dalam mendukung ketahanan pangan Kuartal IV Tahun 2025. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung saat ini telah memasuki fase generatif dan mulai mengeluarkan buah atau bonggol jagung.
Kapolsek Panongan IPTU Irruandy Aritonang, S.H. menyampaikan bahwa perkembangan tanaman menunjukkan hasil yang menggembirakan dan sesuai dengan target yang telah direncanakan.
“Kami bersama Bhabinkamtibmas dan kelompok tani secara rutin melakukan pemantauan agar program ketahanan pangan ini berjalan optimal. Alhamdulillah, tanaman jagung hibrida sudah mulai berbuah dan diperkirakan dapat dipanen pada bulan Maret hingga April 2026. Ini menjadi bukti sinergi Polri dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan,” ujar IPTU Irruandy.
Ia menambahkan, keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan bukan hanya sebatas pengawasan, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap kesejahteraan masyarakat desa. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah kelompok tani diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif selama proses budidaya hingga masa panen.
Program ketahanan pangan di Desa Rancakalapa ini menjadi salah satu contoh kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian lokal. Dengan estimasi panen pada Maret–April 2026, diharapkan hasil jagung hibrida tersebut dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi para petani sekaligus mendukung stabilitas pangan di wilayah Kabupaten Tangerang.
(Red)
















