Bogor, Jawa Barat || Penatipikorindonesia.com – Kamis, 9 Januari 2025 Pukul. 13.00 di Aula Kantor Desa Waru yang berada di wilayah Kp. Tulang Kuning tampak terlihat kegiatan rapat. Dengan tulisan besar terpampang di televisi led layar lebar: Menata Dan Membangun Desa Se Kecamatan Parung Seindah Kota.
Sementara itu awak media GTN yang sengaja hadir melihat Sekcam Parung Endang Darmawan, Kasi Trantib Suprayudhi, Ipda Karno, Eka dari Polsek Parung, Danramil Kapt. Inf. Rahmat Saleh, Toing Ariyanto (Kades Hormat), Tuan rumah Kades Waru Muhidin, Kades Cogreg Mad Yusuf Supriatna, Kades Parung Nurwidia, Kades Bojong Sempu Pitung Abdurahman, Kades Bojong Indah Satiri, Kades Pamegarsari Dian Iskandar, Kades Waru Jaya Udin S, Kades Iwul Nasim Setiawan, Kades Jabon Mekar Ina Yuliana, Pol. PP Yan Sopian, Anwar, KNPI: Khairul Fahmi, Panji, Babinmas Eka, Babinsa Sertu Gatot DP, Fikri Abdullah (Kec. Parung), Pasar Tohaga: Eti Rusiyati, Mia Maulina Daulay, Lukman, Dr. Veralinda, Kadus Rodin, Kadus Robby, para perwakilan UPT se Kec. Parung, para Ketua Rt/Rw Desa Waru.

Fikri Abdullah staf Kec. Parung pada kegiatan tersebut bertugas sebagai pengatur acara. Yang memberikan kesempatan awal pada Kepala Desa Waru Muhidin untuk memberikan paparannya terkait lingkungan di wilayahnya.
Kepala Desa Waru Muhidin yang menggagas diskusi tersebut diberi kesempatan pertama oleh Fikri Abdullah untuk menyampaikan niatnya yang menciptakan Desa se Kec. Parung menjadi seindah kota.
Muhidin dengan santun menghimbau mengajak yang hadir dalam diskusi tersebut untuk membangun Parung bersih indah dan nyaman. Desa Waru salah satunya memiliki unggulan, yaitu pasar ikan hias terbesar se Asia. Parung terkenal dengan pasar ikan hias. Pemdes Waru menggugah hati semua yang hadir dan mau berpikir bagaimana caranya membangun Parung. Pemdes Waru ingin menjadi desa yang bersih karena memang gerbang utama. Untuk itu Muhidin meminta dukungan dari berbagai pihak.
Tetapi, lanjut Kades Muhidin, saat Pemdes Waru ingin menata wilayah agar lebih indah lebih rapih, tetapi mengapa ada patok? Yang menjadi pertanyaan, jalan tersebut di wilayah Pemdes Waru atau milik Pasar Tohaga. Padahal Pemdes Waru ingin membangun desa, tetapi mengapa pihak Pasar Tohaga malah tidak mendukung? Upt Kesehatan menginginkan kebersihan, Pemdes Waru sudah membersihkan. Banyak pedagang mengeluh kalau Parung penuh sampah bau dan semrawut, sehingga pengunjung enggan datang ke Parung.
Kades Waru Jaya Udin S (Okil) memberi apresiasi kepada Kades Muhidin. Diharapkan semua stakeholder yang hadir bisa menjadikan Parung etalase, dan dipahami oleh perwakilan Pasar Tohaga.
Mewakili Kapolsek Parung, Panit Binmas Ipda Karno menuturkan, terkait kondisi yang dibahas adalah jalan. Jalan pintu masuk di samping pertokoan Pasar Raya menuju Pasar Tohaga belum tertata rapih karena masih ada pedagang yang berjualan sembarangan.
Danramil Kapt. Inf. Rahmat Saleh mendukung gagasan Kades Waru Muhidin untuk menata desa seindah kota. Ikon Parung dulu adalah duren dan pohon jubleg, tetapi ikon Parung sekarang adalah Sampah. Ucap Danramil kembali, kalau urusan pasar memang agak rumit, memindahkan pedagang agak susah karena urusannya dengan perut. Ia sepakat untuk bersih, tetapi ada hal-hal yang harus dan perlu di koordinasikan.
Kades hormat Toing Ariyanto mengatakan kalau sekarang masih terus bebersih, untuk itu semua harus berjalan sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Pasar Tohaga harus menata dan mengelola para pedagang yang ada di pasar, masalah patok-patok yang dilakukan Pasar Tohaga, seharusnya ada kesepakatan bersama. Pasar Tohaga mengurus pedagang atau mengurus batas wilayahnya?
Perwakilan Pasar Tohaga Kabid Tata Guna Asset Mia Maulina Daulay memahami beberapa hal yang tadi disampaikan oleh Kades Waru dan yang lainnya. Ia mendukung perencanaan Tahun 2025 hingga 20 tahun ke depan. Mia menanggapi sedikit mengenai beberapa hal termasuk adanya komunikasi yang belum baik. Nanti ia akan sampaikan kepada
















