Komplotan Pencuri Kabel Telkom Diduga Beraksi di Surabaya, Libatkan Oknum untuk “Backup” Aksinya

Surabaya, Penatipikor Indonesia.com – Dugaan aksi pencurian Kabel Tanah Tanam Langsung (KTTL) milik PT Telkom Indonesia kembali terjadi di Kota Surabaya. Kali ini, aktivitas mencurigakan tersebut terpantau di sepanjang Jalan Unda’an Kulon pada Senin dini hari (30/03/2026).

Aksi yang diduga dilakukan secara berkelompok itu terbilang nekat. Para pelaku disebut beroperasi secara terang-terangan dengan memanfaatkan suasana sepi malam. Mereka bahkan merusak bagian bibir jalan beraspal untuk menggali kabel yang tertanam di dalam tanah.

Menurut keterangan sumber kepada tim LiputanJatimBersatu.com, informasi awal diperoleh dari rekan-rekan yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan berupa penggalian jalan yang diduga untuk menarik kabel Telkom.

“Setelah saya kroscek, ternyata benar. Di lokasi terlihat sekitar kurang lebih 10 orang melakukan penggalian menggunakan alat,” ungkapnya.

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa kabel yang menjadi target diduga merupakan kabel berisi tembaga dengan panjang mencapai sekitar 100 hingga 200 meter.

Lebih jauh, ia mengungkap adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum dalam kegiatan tersebut.

“Ada juga oknum-oknum dari wartawan dan ormas di lokasi. Diduga mereka melakukan backup atau mengamankan situasi,” tambahnya.

Informasi serupa juga dibenarkan oleh sumber lain yang mengaku turut menerima laporan terkait aktivitas penarikan Kabel Tanah Tanam Langsung (KTTL) tersebut.

“Saya juga menerima informasi terkait kegiatan itu,” ujarnya singkat.

Sementara itu, pihak redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Edy Herwiyanto, namun hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia tersebut.

Peristiwa serupa disebut-sebut pernah terjadi di wilayah hukum Polsek Wonokromo dan kawasan Pacar Kembang. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya pola atau jaringan terorganisir di balik aksi pencurian kabel tersebut.

Hingga berita ini dipublikasikan, tim redaksi masih terus berkoordinasi dengan pihak berwenang guna memastikan apakah kegiatan tersebut merupakan aktivitas resmi atau justru tindakan ilegal.

Bersambung…