Penatipikor.com | DENPASAR, Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan tradisi sakral Malam Pengerupukan pada Maret 2026, Polresta Denpasar memastikan kesiapan pengamanan agar masyarakat dapat merayakan tradisi Pawai Ogoh-Ogoh dengan aman, tertib, dan penuh makna kebersamaan.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupangmenyampaikan bahwa pengamanan akan melibatkan sekitar 1.200 personel gabungan, terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP Kota Denpasar, Dinas Perhubungan Kota Denpasar, serta Pecalang Desa Adat yang menjadi garda utama pengamanan berbasis adat di Bali.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan rangkaian Malam Pengerupukan dan pawai ogoh-ogoh berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa gangguan keamanan maupun kemacetan yang berlebihan.
Pengamanan difokuskan pada malam Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi yang berlangsung pada Maret 2026.
Beberapa titik strategis yang menjadi fokus pengamanan antara lain kawasan Lapangan Catur Muka sebagai titik nol Kota Denpasar, berbagai simpang jalan utama (catus pata), wilayah desa adat yang menggelar pawai ogoh-ogoh di tingkat banjar, hingga kawasan wisata seperti Sanur yang juga memiliki agenda festival budaya.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat, menghormati nilai-nilai budaya Bali, serta memastikan tradisi ogoh-ogoh tetap menjadi ruang ekspresi seni dan spiritual, bukan ajang konflik atau gangguan ketertiban.
Berbagai skema pengamanan telah disiapkan, mulai dari rekayasa lalu lintas dan sterilisasi jalur pawai, penyediaan kantong parkir di beberapa titik seperti GOR Ngurah Rai dan Jalan Veteran, hingga patroli mobile untuk menjaga rumah warga yang ditinggal saat mengikuti pawai.
Kapolresta juga mengajak masyarakat untuk bersama menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta menghindari konsumsi minuman keras saat mengarak ogoh-ogoh, agar malam pengerupukan tetap menjadi momen kebersamaan yang damai, penuh seni, dan bermartabat bagi Bali.
(Hms/degading)










