SITUBONDO, Penatipikor.com – Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo kembali menjadi sorotan tajam. Janji manis Kepala Dinas (Kadis) DLH yang menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tumpukan sampah di Jalan Seroja, terbukti hanya menjadi pemanis pesan singkat di aplikasi WhatsApp tanpa ada realisasi nyata di lapangan. “Kamis (25/6/2026).
Persoalan ini mencuat setelah Ketua LBH TOPAN RI Cabang Situbondo, Ravi Dwi Wicaksono, melayangkan aduan langsung kepada Kadis DLH terkait kondisi Jalan Seroja yang memprihatinkan—di mana tumpukan sampah selama sebulan terakhir telah menyebabkan air meluap hingga masuk ke pemukiman warga.
Saat dihubungi oleh pihak LBH, Kadis DLH Situbondo sempat memberikan respons formal: “Siap terima kasih infonya, akan kami lanjut ke bidang teknis.” Namun, kalimat tersebut dinilai hanya menjadi jargon penenang. Hingga saat ini, jangankan armada pengangkut sampah, batang hidung petugas dari bidang teknis pun tak kunjung terlihat di lokasi.
Apatisnya respons DLH Situbondo kian diperparah dengan diabaikannya fungsi kontrol sosial media massa. Tercatat, sudah dua kali pemberitaan terkait jeritan warga Jalan Seroja diterbitkan oleh media, namun kondisi di lapangan tetap bergeming tanpa ada tindakan korektif dari instansi yang membidanginya tersebut.
Ketidakpedulian ini memicu kritik pedas dari berbagai elemen masyarakat. DLH Situbondo dinilai lamban dan “alergi” terhadap keluhan publik, sebuah sikap yang sangat bertolak belakang dengan keterbukaan dan responsivitas Bupati Situbondo yang dikenal aktif menerima aduan warga.
Jika untuk urusan teknis dan mendesak seperti ini dinas terkait masih harus menunggu “sentilan” langsung dari kepala daerah, maka patut dipertanyakan fungsi dan komitmen Kadis DLH dalam mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar penikmat fasilitas jabatan.
Pewarta : Husin M Ali Albalghoist













