Tangerang, Penatipikor.com – Diduga anti kritik dan seolah tak mampu memahami fungsi jabatan publik dengan baik, Camat Cisoka, Sumartono, S.STP., M.Si. blokir nomor watsapp wartawan ketika hendak dikonfirmasi. Senin (12/01/2025)
Peristiwa memalukan yang lagi lagi dilakukan oleh para oknum pejabat pemkab tangerang itupun beberapa waktu ini sungguh dirasa sangat memprihatinkan, hal tersebut mencerminkan ketidak pekaan para pejabat atas tujuan yang sebenarnya dalam sebuah krittik.
Alih alih melakukan berbagai perbaikan dan evaluasi kinerja, Camat Cisoka justru menunjukkan sikap yang dinilai ogah pusing, cuek dan seolah tak mau tau atas sebuah peristiwa yang terjadi.
Alhasil sebuah informasi yang seharusnya tersampaikan terkait dengan adanya salah satu tempat yang terdapat banyak tumpukan sampah tak jauh dari lokasi proyek Hutan Bambu berujung dengan pemblokiran.
Derasnya kritik yang datang dari berbagai lapisan masyarakat beberapa waktu ini, soal adanya dugaan pemborosan APBD, diberbagai sektor, mulai dari rapat mewah dihotel yang menguras keuangan daerah hingga 900 juta rupiah, hingga sampai pembangunan Hutan Bambu ditengah penetapan status wilayah Kabupaten Tangerang darurat sampah, nampaknya amat begitu membuat para pemangku wilayah geram, sehingga melakukan upaya pemblokiran terhadap para pencari berita.
Sungguh ironis, ditengah kebingungan masyarakat untuk membuang sampah, upaya pembatasan informasi berupa pemblokiran terhadap jurnalis oleh para oknum pejabat marak terjadi, alih alih mendengar dan menjawab sebuah kritik dengan menyediakan sarana atau bak bak penampungan sampah sementara, opsi pemblokiran justru dianggap cara yang paling efektif, sebagai upaya penyelesaian persoalan akut sampah.
Perlu diketahui, pada sesi sebelum nya, salah satu warga Cisoka, mengeluhkan sulitnya membuang sampah, lantaran minimnya tempat tempat sementara penampungan sampah sementara yang disediakan oleh pemerintah di wilayah Kecamatan Cisoka, warga pun kala itu meminta agar Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat segera menyediakan tempat tempat resmi penampungan sampah sementara.
Ditempat terpisah, Sekum PRJRI, Arul, menyayangkan sikap Camat Cisoka, yang telah melakukan upaya pembatasan informasi berupa pemblokiran, sikap orang nomor satu di Kecamatan Cisoka itupun dinilai tak pantas dilakukan oleh pejabat negara dalam hal ini tak lain dan tak bukan adalah merupakan abdi negara dan pelayan masyarakat.
Secara tegas, Arul pun meminta, agar Bupati Tangerang dapat segera melakukan evaluasi kinerja secara menyeluruh atas segala capaian kinerja Kecamatan Cisoka secara Real dilapangan, yang berkaitan dengan sampah, kemiskinan dan lain sebagai nya.
“Ini tentu bukan sikap seorang pemimpin, karena seorang pemimpin seyogyanya menerima segala masukan dan kritik sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kinerja, bukan blokir, harusnya pejabat berterimakasih atas adanya sebuah informasi kan. Cetus nya.
Sementara itu hingga sampai saat ini, beberapa warga masih nampak kebingungan untuk membuang sampah, sedangkan keinginan warga untuk memiliki tempat tempat resmi penampungan sampah sementara masih jadi harapan hampa yang belum dapat terselesaikan.
Publik kini tentunya berharap agar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dapat segera melakukan berbagai evaluasi serta Reformasi Birokrasi guna menjawab keraguan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan khusus nya ditingkat Kecamatan.
(Nurdin)










