TANGERANG –penatipikorindonesia- Pelaksanaan proyek Penunjukan Langsung (PL) di 29 kecamatan wilayah Kabupaten Tangerang kini berada dalam sorotan tajam. Pasalnya, mayoritas proyek berskala lingkungan tersebut disinyalir berjalan tanpa pengawasan dari tenaga ahli yang kompeten.
Kondisi ini dinilai memperbesar risiko terjadinya penyimpangan anggaran serta penurunan kualitas bangunan di lapangan.Dua kasus yang paling mencolok terlihat pada proyek pembangunan turap di Kecamatan Cisoka dan pemasangan saluran air (u-ditch) di Kecamatan Pasar Kemis. Kedua proyek ini menjadi bukti nyata bagaimana lemahnya pengawasan teknis menghasilkan infrastruktur yang diduga asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi baku.
Di Kecamatan Cisoka, proyek pembangunan turap penahan tanah memicu keluhan warga setempat. Pengerjaan fisik turap tersebut diduga kuat memanipulasi komposisi material semen dan pasir serta terindikasi kembali menggunakan batu bekas. Akibat tidak dikawal oleh tenaga ahli struktur, bangunan turap tampak rapuh dan rawan longsor sebelum masa pemeliharaan selesai.
Kondisi serupa terjadi pada proyek pemasangan beton u-ditch di Kecamatan Pasar Kemis. Pemasangan saluran air tersebut terpantau minim perencanaan matang. Elevasi kemiringan saluran tidak dihitung dengan benar, sehingga air diprediksi akan menggenang dan justru memicu banjir saat curah hujan tinggi.
Keberadaan konsultan pengawas atau tenaga ahli teknik sipil hampir tidak pernah terlihat di lokasi selama proses konstruksi berlangsung, alhasil kualitas hasil pekerjaan yang di hasilkan nampak terlihat “amburadul”.
Menanggapi fenomena ini, salah satu Aktivis muda sekaligus Ketua Umum Komite Jurnalis Nasional Indonesia(KJNI) Arul, mendesak Inspektorat dan Pemerintah Kabupaten Tangerang agar segera turun tangan.” Saya meminta dan mendesak agar inspektorat dapat segera melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap seluruh paket proyek PL di 29 kecamatan, sebagai bagian upaya pencegahan atas adanya potensi kerugian keuangan daerah yang timbul dikemudian hari.
Hingga berita ini kembali diterbitkan, ke dua kontraktor yang mengerjakan proyek proyek yang diduga bermasalah tersebut belum dapat di temui guna dikonfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut. (Nurdin)










