Badai Kritik Hantam Pemkab Tangerang di Awal Tahun 2026 Potret Nyata Kemiskinan,Rapat di Hotel Mewah dan Alokasi Proyek Hutan Bambu Kini Jadi Isu Nasional. ? 

Tangerang, Penatipikor.com – Di awal tahun 2026, kinerja Pemerintah Kabupaten Tangerang dibawah kepemimpinan Moch. Maesyal Rasyid terus dihantam badai kritik. Minggu (11/01/2026)

 

Jika sebelumnya kisah pilu ibu Umah, warga penderita kangker payudara asal Desa Cikareo, Kecamatan Solear, yang harus rela menghentikan pengobatan akibat keterbatasan pembiayaan, dapat terselesaikan dan tertangani dengan baik, namun tak menutup kemungkinan bahwa kisah ibu ber anak 6 tersebut, hanyalah satu dari sekian banyak cerita pilu dan memperihatinkan lain nya.

 

Kendati sudah dapat tertangani dengan baik, kisah warga Cikareo tersebut tentunya menjadi potret nyata bahwa tingginya angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang bukan hanya sekedar hisapan jempol semata, tingginya angka angka kemiskinan di atas kertas selama ini, seolah menunjukkan ketidak becusan Pemkab Tangerang dalam mengelola keuangan yang berasal dari keringat rakyat.

 

Cerita dan kritik berbeda kini kembali datang dari salah satu komika di akun media sosial yang menyoroti dugaan pemborosan alokasi anggaran Pemerintah Kabupaten Tangerang di berbagai sektor mulai dari, Proyek Hutan Bambu 1,8 Miliar di Cisoka, Tugu Titik Nol, Gerbang Selamat Datang 2,4 Miliar dijantung Pemerintahan, dan Rapat Mewah para Pejabat di Bandung yang menguras APBD hingga 900 juta.

 

Melalui akun Cr:@mega_salsabillah, terdapat sosok wanita muda ber hijab, nampak begitu lugas menyampaikan apa yang selama ini terjadi di lingkup Pemerintahan Kabupaten Tangerang, sindiran dan kritik yang dilontarkan oleh sosok wanita hebat yang belakangan diketahui sebagai salah satu komika ternama yang ditunjukan untuk para pemangku kebijakan dilingkup Pemerintahan Kabupaten Tangerang itupun, nampak begitu lembut namun sangat terasa menyakitkan.

 

“Pemborosan APBD mulai dari, Tugu Titik Nol 2,3 miliar, gapura di kabupaten tangerang 2,4 miliar, Hutan Bambu di Cisoka 1,8 miliar dan Rapat di hotel mewah di bandung yang habisin hampir 1 M. Ucapan nya. Dikutip dari kanal Cr:@mega_salsabillah.

 

Selain itu, dalam unggahannya, sang komika terlihat nampak begitu santai menerangkan berbagai hal, sebari memberikan penjelasan kepada para netizen untuk kedepan tak nitip lagi kepadanya untuk membahas suatu isu.

 

“Lu berharap apa dari daerah yang masuk zona merah korupsi, lu berharap apa dari pejabat yang dikritik cuman bilang, Salah sendiri itu diluar kuasa kami. Cetus nya.

 

Tak berhenti sampai disitu saja, beragam suara masyarakat dari berbagai sudut wilayah turut menghiasi laman komentar, seakan menandakan ungkapan keprihatinan atas berbagai hal yang terjadi beberapa waktu ini. Ketidak puasan warga masyarakat atas kinerja pemerintahan kini seolah nampak nyata. Perlu keseriusan dan kerja keras bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang tentunya, agar segala upaya yang dilakukan selama ini dapat menjawab segala keresahan masyarakat atas berbagai hal yang dianggap tak layak dan kurang tepat untuk dilakukan.

 

Upaya evaluasi kinerja secara menyeluruh tentunya menjadi sebuah keharusan yang tak lagi dapat ditawar dengan dalih apapun guna menjaga dan memulihkan kembali kepercayaan publik terhadap Pemerintah.

 

Berbagai penjelasan dan klarifikasi dari para pejabat Pemkab Kabupaten Tangerang di berbagai plafon media nasional, atas adanya tudingan upaya pemborosan tentunya sudah dilakukan, mulai dari menjelaskan urgensi alokasi Rapat Mewah hingga Hutan Bambu di Cisoka. Upaya klarifikasi dari para pejabat yang bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap publik itupun kini nampak terasa begitu hambar lantaran tidak mencerminkan upaya penuntasan akar masalah seperti penuntasan persoalan sampah dan kemiskinan.

 

Perlu diketahui bahwa proses pembangunan proyek Hutan Bambu bernilai 1,8 miliar di Cisoka itu sendiri dilakukan tak lama setelah adanya penetapan Kabupaten Tangerang sebagai Wilayah Darurat Sampah oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) pada tahun 2025 silam.

 

Ditengah pendapatan yang terus meningkat hingga disebut sebut tertinggi Se-banten, Kini publik tentunya berharap agar pemerintahan Kabupaten Tangerang dibawah kepemimpinan Moch. Maesyal Rasyid dapat segera melakukan berbagai gebrakan perbaikan mulai dari terobosan program jangka pendek dan jangka panjang penanggulangan kemiskinan dan langkah kongkrit yang menghasilkan manfaat nyata diluar ruangan rapat mewah atas kesemerautan penanggulangan sampah yang semakin hari kian semakin memprihatinkan.

(Nurdin)