Tangerang, Penatipikor.com – Malam keakraban spiritual kembali menyelimuti Gedung Serbaguna (GSG) Kecamatan Kemiri pada Kamis malam, dalam rangka pelaksanaan Pengajian Rutin Yasinan yang digelar secara mingguan. Acara sakral tersebut, yang selalu dinantikan oleh masyarakat, malam itu memiliki makna mendalam karena secara khusus didedikasikan untuk mendoakan almarhum Majid, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Kemiri, yang baru saja berpulang ke Rahmatullah. Kamis (13/11).
Pengajian Yasinan ini merupakan agenda keagamaan yang telah lama dipertahankan, berfungsi sebagai pilar utama dalam menjaga harmonisasi dan meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat kecamatan Kemiri. Kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, perangkat desa, ibu-ibu majelis taklim, hingga pemuda setempat, menegaskan komitmen kolektif terhadap nilai-nilai kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah di lingkungan kecamatan.
Suasana haru dan khidmat sangat terasa ketika sesi doa khusus ditujukan untuk Almarhum Majid. Beliau dikenang oleh seluruh jamaah sebagai sosok yang sangat berdedikasi dalam membina qari dan qariah lokal, serta gigih memajukan syiar Al-Qur’an di Kecamatan Kemiri. Doa bersama ini menjadi bentuk penghormatan dan pengakuan atas jasa-jasa mulia beliau yang telah mengukir sejarah bagi perkembangan seni baca Al-Qur’an di wilayah tersebut.
Pembacaan Surah Yasin dan rangkaian Tahlil dipimpin oleh seorang ulama setempat, dengan lantunan yang syahdu dan penuh ketenangan. Ayat demi ayat dilantunkan, diikuti Tahlil dan doa yang memohonkan ampunan, rahmat, serta menempatkan Almarhum Majid di sisi terbaik Allah SWT. Seluruh jamaah mengikuti setiap sesi dengan penuh kekhusyukan dan keseriusan, mendoakan kebaikan bagi almarhum.
Camat Kemiri, Rudi Hadikarsono, S.H., S.IP., M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga tradisi Yasinan sebagai jantung spiritual masyarakat. “Kegiatan rutin ini adalah pondasi moral kita. Dedikasi malam ini untuk Bapak Majid menunjukkan betapa besar jasa beliau bagi kecamatan. Kita kehilangan seorang tokoh panutan, namun semangat dan keikhlasan beliau harus terus kita jaga dan teladani,” ujarnya.
Warisan Almarhum Majid di LPTQ menjadi sorotan utama. Semasa hidup, beliau berhasil membawa nama kecamatan Kemiri bersinar di tingkat kabupaten melalui berbagai prestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Komitmennya terhadap kaderisasi kini menjadi tanggung jawab bersama bagi pengurus LPTQ yang tersisa, memastikan bahwa kecamatan Kemiri tetap menjadi lumbung generasi penerus yang mencintai dan menghafal Al-Qur’an.
Partisipasi yang membludak dalam yasinan kali ini juga mencerminkan rasa cinta dan kehilangan mendalam dari masyarakat terhadap figur Almarhum Majid. Masyarakat berharap agar tradisi pengajian yang baik ini tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin ramai, menjadi benteng spiritual yang kuat bagi generasi muda kecamatan Kemiri di tengah tantangan zaman.
Dengan rampungnya rangkaian doa dan Yasinan, GSG kecamatan Kemiri malam itu menjadi saksi bisu dari kuatnya ikatan batin dan spiritualitas yang mengikat masyarakat. Semoga amal ibadah Almarhum Majid diterima oleh Allah SWT, dan kepergiannya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mengisi hari-hari dengan kebaikan serta memajukan dakwah di Kecamatan Kemiri.
Penulis : Ag94










