Teror Molotov di Petamanan, Polisi Selidiki Motif dan Jejak Pelaku

Pasuruan – Penatipikorindonesia.com
Aksi pelemparan bom molotov yang menyasar sebuah rumah warga di Jalan Sunan Ampel Barat II Nomor 22, Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, pada Minggu (14/12/2025), memunculkan dugaan kuat adanya unsur teror yang terencana. Aparat kepolisian kini bergerak cepat menelusuri motif dan pelaku di balik peristiwa yang meresahkan warga tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.26 WIB, saat suasana lingkungan relatif lengang. Rumah milik Sdr. Ali Zaenal Abidin menjadi sasaran lemparan benda berisi bahan mudah terbakar yang diduga kuat merupakan bom molotov. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini dinilai memiliki potensi bahaya serius dan dapat mengancam keselamatan penghuni rumah serta warga sekitar.

Berdasarkan keterangan awal di lokasi kejadian, pelaku diduga melemparkan botol kaca berisi cairan mudah terbakar ke arah teras rumah yang saat itu ditempati Saudari Nabila. Usai mendengar suara benturan, korban keluar rumah dan mendapati botol kaca dalam kondisi terbakar sebelum akhirnya api padam dengan sendirinya.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keluarga dan warga sekitar. Laporan resmi diteruskan melalui Call Center Polri 110 sekitar pukul 14.30 WIB, yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Bugul Kidul dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pengamanan dan olah TKP awal.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan satu buah botol kaca yang diduga kuat merupakan sisa bom molotov. Barang bukti tersebut kini menjadi fokus utama penyelidikan, termasuk pemeriksaan kandungan bahan bakar, sumber api, serta kemungkinan sidik jari atau petunjuk lain yang dapat mengarah pada identitas pelaku.

Sejumlah unit kepolisian dilibatkan dalam penanganan kasus ini, mulai dari Polsek Bugul Kidul, Satreskrim Polres Pasuruan Kota, hingga Satintelkam. Langkah ini mengindikasikan keseriusan aparat dalam mengungkap apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan konflik pribadi, intimidasi, atau motif lain yang lebih luas.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta segera menyampaikan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai dugaan pelaku maupun motif pelemparan. Namun, kepolisian memastikan akan mengusut tuntas kasus ini guna memberikan rasa aman bagi masyarakat serta mencegah terulangnya aksi serupa di kemudian hari.

Red