Tangerang, Penatipikorindonesia.com – Miris!! Ditengah seruan pembenahan penanggulangan sampah yang diutarakan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto beberapa waktu yang lalu, upaya bersih bersih lingkungan mulai digerakkan diberbagai wilayah yang melibatkan segenap unsur TNI dan Polri. Namun hal yang berbeda justru terlihat di wilayah Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang,Banten. Sabtu (07/02)
Tumpukan sampah dibahu jalan Raya Cisoka pada sore hari sekitar pukul 17:44 Wib nampak sangat berserakan, kesemerautan yang seolah olahtanpa solusi, hari demi hari sampah sampah di lokasi tersebut semakin menjalar.
Potret banyaknya tumpukan sampah di sudut wajah proyek Hutan Bambu Cisoka itupun, seakan menjadi pemandangan sehari hari yang terus menerus disaksikan oleh masyarakat dan penguna jalan yang melintas. Kesemerautan penanggulangan sampah di wilayah Kecamatan Cisoka inipun diduga kuat adalah merupakan salah satu Ekspresi kesulitan dan kebingungan warga dalam membuang sampah.
Minimnya tempat tempat penampungan sampah sementara yang disediakan oleh Pihak Kecamatan Cisoka dan Pemerintah Kabupaten Tangerang di wilayah tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama terjadinya situasi panorama kumuh di ruang umum.
Solusi yang diharapkan akan datang, seolah hilang ditelan ambisi pembangunan atas nama kepentingan masyarakat dan mengesampingkan kebutuhan ril tentang penanggulangan sampah, ruang destinasi wisata bambu yang mengharapkan datang nya para pengunjung sehingga dapat menghidupkan ruang ekonomi kreatif baru di wilayah terasa hambar, jika melihat situasi kumuh akibat tumpukan sampah saat ini.

Derasnya kritik yang datang dari berbagai lapisan masyarakat beberapa waktu ini, soal adanya dugaan pemborosan APBD, diberbagai sektor, mulai dari rapat mewah dihotel yang menguras keuangan daerah hingga 900 juta rupiah, hingga sampai pembangunan Hutan Bambu ditengah penetapan status wilayah Kabupaten Tangerang darurat sampah, nampaknya tak membuat hati para pemangku kebijakan di wilayah tergerak untuk mulai mengibarkan perang melawan sampah.
Sungguh ironis, pada sesi sebelum nya, Sucipto warga Cisoka (50) mengeluhkan sulitnya membuang sampah, lantaran minimnya tempat tempat sementara penampungan sampah yang disediakan oleh pemerintah di wilayah Kecamatan Cisoka, ia pun kala itu meminta agar Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat segera menyediakan tempat tempat resmi penampungan sampah sementara.
Hari demi hari harapan warga itupun terus dipupuk dengan keyakinan bahwa keinginan nya dapat segera terealisasi atau setidaknya mendapat solusi, namun fakta rupanya berkata lain. Sungguh memprihatinkan.
Kritik pun kali ini kembali datang dari pemuda asal Kronjo, Arul, yang tak lain dan tak bukan adalah merupakan, Sekertaris Umum(Sekum) Forum Reporter Jurnalis Republik Indonesia (FRJRI) melontarkan sindiran nya kepada Pemerintah Kecamatan Cisoka, yang dinilai kurang memiliki kepekaan atas apa yang menjadi keinginan mendasar yang diharapkan warganya.
“Saran saya seharusnya Camat Cisoka itu bisa langsung turun, menyaksikan dan menanyakan kenapa masyarakat trus membuang sampah ditempat umum, yang Notabene sudah merusak estetika wilayah. Setelah itu lekas mencari solusi nyata. Cetus Arul.
Perlu diketahui awak media ini sudah berupaya untuk menemui dan menghubungi pihak pihak terkait mulai dari Kepala Dinas DLHK dan Camat Cisoka, namun hingga kini ke duanya belum dapat ditemui dan dihubungi.
Publik kini tentunya berharap agar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dapat segera melakukan berbagai evaluasi serta Reformasi Birokrasi guna menjawab keraguan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan khusus nya ditingkat Kecamatan dalam menanggulangi persoalan sampah yang semakin hari kian semakin memburuk.
(Nurdin)










