Pasuruan – penatipikorindonesia.com
Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan terasa kuat di Pendopo Kota Pasuruan saat Presiden Becak Listrik Indonesia, Ibu Nani SDM, menyapa para pengayuh becak lansia penerima bantuan becak listrik. Dengan gaya khasnya yang lugas, hangat, dan bersahabat, pertemuan tersebut berubah menjadi momen humanis yang sarat empati.
Kamis 11/12/2025,Selain memimpin program Becak Listrik Indonesia, Ibu Nani juga menjabat sebagai Wakil Kepala BGNRI, Wakil Ketua Gerakan Soliditas Nasional, serta Wakil Bendahara Percepatan Penuntasan Kemiskinan. Meski memegang banyak amanah, perhatiannya tertuju penuh kepada rakyat kecil—khususnya para tukang becak yang masih bekerja di usia sepuh.
Mengawali sambutan, Ibu Nani menyapa dengan nada ceria yang langsung memecah suasana:
“Pak Wali Kota, Pak Wakil… saya menyapa rakyat saya. Karena hari ini saya datang sebagai Presiden Becak Listrik Indonesia. Jadi wajib menyapa panjenengan semua, para pebeca Kota Pasuruan. Selamat siang, kabeh sehat?”
Sorakan semangat dan tawa para tukang becak sontak memenuhi pendopo.
Baginya, ini adalah pertemuan istimewa—terutama karena ini untuk ketiga kalinya ia bersilaturahmi dengan Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dalam waktu yang berdekatan.
Dalam suasana akrab, Ibu Nani mengungkap kekagumannya kepada para pengayuh becak lansia, termasuk seorang penerima manfaat berusia 101 tahun, Pak Arbhai.
“Saya belajar dari panjenengan: sabar, ikhlas, telaten, dan menerima. Itu luar biasa,” ungkapnya, disambut tepuk tangan meriah.
Acara turut dihadiri jajaran pejabat daerah, di antaranya:
Wali Kota Pasuruan
Wakil Wali Kota Pasuruan
Dandim 08109
Kapolres Pasuruan
Ketua Pengadilan Negeri
Kepala Kejaksaan Negeri
Sekda Kota Pasuruan
Kepala Dinas Perhubungan
Kepala Satpol PP
Para camat se-Kota Pasuruan
Kehadiran lengkap ini menjadi bukti komitmen bersama untuk mendukung program pemberdayaan pekerja rentan.
Ibu Nani memberi apresiasi khusus kepada Ibu Eni dari BDN, yang menyiapkan tambahan berupa beras, sarung, dan paket kebutuhan.
Beliau juga meminta dukungan penuh dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk membantu para lansia memahami rambu serta jalur aman.
“Tolong dijaga becaknya. Kalau ada tulisan ‘tidak boleh lewat’, ya jangan lewat,” ujarnya sambil tersenyum.

Dalam penyampaiannya, Ibu Nani menekankan bahwa program Becak Listrik lahir dari rasa peduli mendalam terhadap para tukang becak, terutama yang sudah lanjut usia.
“Saya menangis melihat pengayuh becak usia di atas 70 tahun masih narik pakai tenaga. Maka cinta ini saya wujudkan dengan memberi Becak Listrik: Regoni, Podokaro, NMAX. Ini bukan bantuan biasa. Ini cinta,” tuturnya penuh haru.
Tahap pertama telah disalurkan 100 unit becak listrik, dan akan dilanjutkan dengan tambahan unit melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Pasuruan.
“Bapak Wali Kota, insya Allah nanti kita tambah lagi yang lebih baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan terima kasih atas bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto, yang diperuntukkan khusus bagi para tukang becak lansia.
“Alhamdulillah, selain becak listrik, para penerima juga mendapat sembako. Dan perlu saya sampaikan, bantuan ini bukan uang negara, tetapi dari kantong pribadi Pak Presiden,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya pendataan yang jujur dan tepat sasaran agar bantuan tidak salah arah.
“Jangan sampai becaknya diberikan kepada orang lain. Pemerintah harus memastikan semuanya berkeadilan,” ujarnya.
Wali Kota juga mengingatkan para lansia untuk mengutamakan keselamatan.
“Ampun kebut-kebutan. Panjenengan semua sudah sepuh, pasti lebih bijak di jalan raya,” pesannya.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis becak listrik kepada para penerima.
Raut wajah para tukang becak lansia tampak berseri—sebuah harapan baru untuk bekerja lebih ringan, lebih aman, dan lebih bermartabat.
Program Becak Listrik Indonesia diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja rentan di Kota Pasuruan, sekaligus mempererat kolaborasi pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat.
















