SITUBONDO, Penatipikor.com – Pemerintah Desa Olean, Kecamatan Situbondo, sukses menggelar Festival Tajin Sorah dan Tosan Aji sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan warisan budaya leluhur yang telah turun-temurun hidup di tengah masyarakat,” Minggu (28/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di depan Balai Desa Olean tersebut dihadiri Kepala Desa Olean H. Ansori, Anggota DPRD Kabupaten Situbondo Komisi I Saiful, Ketua TP PKK Desa Olean, Ketua BPD H. Mansur, jajaran perangkat desa, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang turut memeriahkan acara. Festival juga dimeriahkan dengan penampilan grup hadrah dan berbagai ritual budaya lainnya.
Dalam sambutannya, Anggota DPRD Kabupaten Situbondo Saiful memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Olean, BPD, PKK, dan seluruh panitia yang tetap konsisten menjaga keberlangsungan tradisi Tajin Sorah meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Untuk mendukung pelaksanaan festival, Pemerintah Desa Olean memberikan subsidi sebesar Rp250 ribu kepada masing-masing dari 26 RT yang ada di desa tersebut. Dukungan itu diberikan guna mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memacu kreativitas warga dalam menyajikan Tajin Sorah dengan kemasan yang lebih menarik.
Tak hanya itu, Saiful juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan festival pada tahun 2027 mendatang. Ia berjanji akan memberikan bantuan pribadi sebesar Rp250 ribu per RT sehingga total dukungan yang diterima setiap RT mencapai Rp500 ribu.
“Festival Tajin Sorah ini bukan sekadar menyajikan makanan tradisional. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mewariskan budaya kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan nilai kebersamaan, gotong royong, kerukunan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Saiful.
Selain membahas pelestarian budaya, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pentingnya keberlanjutan program Kampung Inggris yang dipusatkan di Balai Desa Olean setiap hari Jumat. Para Ketua RT diimbau untuk mendorong anak-anak dan remaja di lingkungannya agar memanfaatkan program belajar bahasa Inggris gratis tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia desa.
Sementara itu, Kepala Desa Olean Ansori menjelaskan bahwa Festival Tajin Sorah merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur dan memiliki makna mendalam bagi masyarakat Desa Olean.
“Festival ini bukan hanya kegiatan seremonial tahunan. Tajin Sorah merupakan simbol rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tradisi ini mengajarkan pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang harus terus dijaga oleh generasi penerus,” kata Ansori kepada awak media.
Menurutnya, penyelenggaraan festival tahun ini menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk melestarikan budaya daerah. Justru melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat, kegiatan tersebut mampu terselenggara dengan baik dan meriah.
Ansori berharap Festival Tajin Sorah dapat terus berkembang dan menjadi salah satu agenda budaya unggulan Kabupaten Situbondo yang mampu menarik minat wisatawan sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami ingin tradisi ini tetap lestari dan dikenal oleh generasi muda. Ke depan, kami berharap Festival Tajin Sorah tidak hanya menjadi kebanggaan warga Desa Olean, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang mampu mengangkat potensi desa dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM dan wisata budaya,” pungkasnya.
Penulis: Husin M Ali Albalghoist
Editor: Redaksi Pena Tipikor Indonesia.












