NEW YORK Penatipikorindinesia.comWakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung implementasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan memperkuat kerja sama global dalam menghadapi tantangan dunia.
Dalam sesi General Debate pada Ministerial Segment High-Level Political Forum on Sustainable Development (HLPF) 2025 yang digelar di Markas Besar PBB, New York, Senin (21/7) waktu setempat, Wamen Febrian menyampaikan sikap tegas Indonesia:
“Indonesia is ready to act, to partner, and to lead. Kami percaya kerja sama global adalah kunci untuk menjawab berbagai tantangan besar dunia, mulai dari perubahan iklim hingga ketahanan pangan.”
Forum tingkat tinggi yang berlangsung pada 14–23 Juli 2025 ini menjadi wadah strategis negara-negara anggota PBB untuk berbagi pencapaian, tantangan, dan solusi berbasis sains menuju Agenda 2030, dengan tema:
“Advancing Sustainable, Inclusive, Science- and Evidence-Based Solutions for the 2030 Agenda.”
Indonesia mengusung empat langkah utama untuk mempercepat pencapaian SDGs:
1. Kebijakan inklusif demi memastikan no one is left behind,
2. Solusi inovatif yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan,
3. Penguatan kemitraan strategis,
4. Peningkatan solidaritas global di tengah krisis dunia dan lemahnya kepercayaan pada multilateralisme.

Wamen Febrian juga menyuarakan komitmen Indonesia dalam agenda kesehatan global, khususnya dalam memerangi Tuberkulosis (TBC) melalui partisipasi aktif dalam Alliance of Countries on the Fight Against Tuberculosis, termasuk mendukung aksi dan pembiayaan untuk penanganan TBC resistan obat.
Lebih lanjut, Indonesia akan mempresentasikan Voluntary National Review (VNR) pada Selasa (22/7), yang menyoroti kemajuan Indonesia dalam beberapa tujuan utama SDGs:
Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera,
Tujuan 5: Kesetaraan Gender,
Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,
Tujuan 14: Ekosistem Lautan,
Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Sebagai bagian dari kontribusi nyata, Kementerian PPN/Bappenas bersama mitra internasional seperti Qatar, Finlandia, Bulgaria, Jepang, UNICEF, ADB, dan School Meals Coalition akan menggelar side event bertajuk:
“Feeding the Future: Leveraging Multisectoral Efforts for Productive Human Capital and Engaging Women’s Participation”
pada Rabu (23/7), yang akan membahas program strategis Makan Bergizi Gratis sebagai upaya membangun generasi unggul dan memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.















