PASURUAN | Penatipikorindonesia.com – Festival Bandeng Jelak kembali digelar tahun 2025. Rangkaian acara yang digelar pada tanggal 26 Juli 2025 ini dibuka dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh para pegawai pemerintah, siswa sekolah, serta masyarakat umum.
Turut Hadir dalam acara tersebut yakni. Wakil Wali Kota Pasuruan H. Nawawi bersama istri, didampingi Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Toyib, Bunda Ani, Ketua PKK istri Wali Kota Pasuruan dan jajaran pejabat Dinas Perikanan. Kehadiran mereka menjadi penanda dukungan kuat pemerintah daerah untuk melestarikan festival yang kini resmi menjadi agenda tahunan Kota Pasuruan.
Wakil Wali Kota Pasuruan H. Nawawi, secara langsung membuka acara ini dan mengajak seluruh peserta untuk mengikuti rute jalan sehat dengan menyusuri tambak-tambak ikan di sekitar kantor Dinas Perikanan.
Tradisi tahunan ini diawali dengan gerak jalan sehat dengan iringi Drumband dari SD Purut yang mengitari kampung Jelak, Kelurahan Blandongan, hingga Ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat mulai pelajar TK hingga siswa Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri (SDLBN 1) ikut ambil bagian menciptakan suasana guyub penuh keceriaan.
“Dengan menyusuri tambak ikan dan melewati pematang tujuannya adalah untuk memperkenalkan lebih dekat potensi perikanan yang menjadi salah satu andalan Kota Pasuruan,”ujar Wawali H. Nawawi
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Nawawi menegaskan peran strategis sektor perikanan sebagai penopang kesejahteraan masyarakat Kota Pasuruan. Dengan letak geografis pesisir yang kaya potensi, Kota Pasuruan memiliki komoditas unggulan bandeng payau khas Jelak yang dikenal tidak berbau tanah, ciri khas yang menjadi kebanggaan sekaligus pembeda dari daerah lain.
“Ciri khas inilah yang menjadi daya tarik utama produk perikanan Pasuruan. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana mengelola potensi ini melalui inovasi dan gagasan kreatif sehingga memberi manfaat langsung bagi pembudidaya ikan,”tutur Nawawi.
Puncak acara diramaikan dengan ritual Tumpeng dan Cooking Show Kolosal, arak-arakan tumpeng raksasa berisi bandeng jelak hasil panen tambak lokal. Anak-anak TK dan siswa SDLBN 1 tampak antusias mengikuti prosesi hingga berakhir dengan santap pagi bersama roti sandwich sederhana dan sebuah simbol kebersamaan yang menyentuh hati.

Kepala Dinas Perikanan Mualif Arif mengatakan. Rasanya seperti membuka pintu baru bagi kuliner khas pesisir kita. Harapannya, olahan-olahan seperti ini akan terus berkembang, sehingga para pelaku UKM dan kelompok usaha kecil di pesisir tak hanya menjual hasil tambak mentah, tapi juga punya nilai tambah lewat pengolahan dan pemasaran. Kalau ini jalan, kesejahteraan mereka juga akan ikut naik dan itu yang kita perjuangkan bersama.” ujar kepala dinas
Mualif Arif
Lanjut Kepala Dinas Perikanan, kemeriahan semakin memuncak ketika King Abdi, Master Chef Indonesia asal Pasuruan, memimpin cooking show kolosal bersama Bunda Ani, Ketua PKK sekaligus istri Wali Kota Pasuruan. Mereka mengolah kreasi bandeng jelak khas pesisir dan mengajak warga ikut memasak bareng, menciptakan suasana meriah namun penuh keakraban.
“Festival ini bukan sekadar tentang ikan bandeng. Ini juga tentang promosi UMKM dan hasil olahan warga tambak agar memiliki nilai tambah dan menjadi oleh-oleh khas Pasuruan,” tutur Kepala Dinas Perikanan, Arif, di sela acara.
Dengan semangat kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Festival Bandeng Jelak diharapkan tak hanya melestarikan tradisi kuliner pesisir, tetapi juga menjadi ikon pariwisata baru yang memperkuat branding Kota Pasuruan sebagai kota pesisir berbudaya dan berdaya saing tinggi.
“Harapan kami, festival ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih luas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga memperkuat identitas kuliner khas Kota Pasuruan,”tutup Mualif Arif
(RED)








