BPN Kota Pasuruan Dianggap “Main-Main” dengan Data Tanah, LSM M_BARA Ancam Turun Jalan!

PASURUAN – Penatipikorindonesia.com Suasana audiensi di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pasuruan, Kamis (24/7/2025), memanas. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) M_BARA melayangkan protes keras terhadap kinerja BPN yang dinilai amburadul dalam menangani sengketa pengukuran tanah.

Aduan yang sudah berbulan-bulan dilayangkan LSM M_BARA tak kunjung mendapat jawaban jelas. Alih-alih menemui langsung para pengadu, Kepala BPN Kota Pasuruan justru tidak hadir dengan alasan “sedang di Malang”, sebagaimana disampaikan stafnya. Kondisi ini kian memicu amarah perwakilan LSM yang menilai BPN menghindar dari tanggung jawab.

“Ini masalah serius, bukan main-main! Hasil ukur BPN tiga kali berubah, masyarakat yang jadi korban,” tegas Saiful Arif Ketua LSM M_BARA dalam audiensi.

Polemik bermula dari pengukuran ulang peta bidang tanah seluas 8.300 meter persegi di belakang SMA 2 Kota Pasuruan. Namun hasil pengukuran BPN justru memunculkan angka berbeda-beda:

Pengukuran pertama: 7.100 m²

Pengukuran kedua: 7.400 m²

Pengukuran ketiga: 7.900 m²

“Bagaimana masyarakat bisa percaya jika lembaga negara seperti BPN tidak konsisten? Alasan mereka soal ‘kesalahan pengukuran pejabat lama’ tidak masuk akal. Produk BPN seharusnya bisa dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

LSM M_BARA mengaku telah menunggu kejelasan selama tiga bulan, namun tak ada langkah konkret dari BPN. Jika dalam waktu dekat Kepala BPN tetap menutup mata, mereka berencana menggelar aksi damai besar-besaran di depan kantor BPN Kota Pasuruan.

“Jangan uji kesabaran masyarakat. Kalau tidak segera diselesaikan, kami akan turun jalan!” tandas Ketua LSM dengan nada keras.

(RED)