Pj Kades Meteng H. Udin Goffar Tunjukkan Komitmen Pengabdian, Infrastruktur dan Bantuan Sosial Dirasakan Warga

SAMPANG, Penatipikor.com — Upaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat terus ditunjukkan Penjabat (Pj) Kepala Desa Meteng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, H. Udin Goffar. Sejak dipercaya memimpin desa, berbagai program pembangunan dan bantuan sosial mulai memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.

H. Udin Goffar yang dikenal sebagai pengusaha sukses asal Surabaya menegaskan bahwa kehadirannya di Desa Meteng bukan dilandasi ambisi kekuasaan, melainkan panggilan pengabdian demi kemaslahatan masyarakat.

Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah pembangunan jalan rabat beton di Dusun Legen. Proyek ini direncanakan sepanjang 800 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 cm. Hingga saat ini, pembangunan telah terealisasi sepanjang 400 meter, sementara sisanya akan dilanjutkan setelah Dana Desa Tahap II dicairkan.

Pembangunan infrastruktur tersebut bersumber dari APBN Kabupaten Sampang Tahun Anggaran 2025 dan menjadi langkah strategis pemerintah desa dalam meningkatkan aksesibilitas, mobilitas warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Pemerintah Desa Meteng juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 1.400 kilogram kepada warga. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 12–13 Desember 2025, bertempat di Kantor Desa Meteng.

Dalam keterangannya, Abi Udin—sapaan akrabnya—menegaskan komitmennya terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa maupun bantuan sosial dari pemerintah pusat.

“Untuk apa menyelewengkan dana bantuan pemerintah? Usaha saya di Surabaya, alhamdulillah, sudah lebih dari cukup. Saya berada di sini murni untuk mengabdi,” tegasnya saat ditemui wartawan, Minggu (4/1/2026).

Menariknya, Abi Udin mengaku tak segan menggunakan dana pribadi apabila anggaran pemerintah dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut diambil demi menjaga pemerataan dan menghindari kecemburuan sosial di tengah warga.

“Saat pembangunan jalan di Dusun Legen, anggaran dari pemerintah pusat kurang, sehingga saya tambahkan dari dana pribadi. Begitu juga saat penyaluran beras dan minyak pada Desember 2025 lalu, karena ada kekurangan, saya kembali menutupinya agar semua warga yang membutuhkan tetap mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa jabatannya sebagai Pj Kepala Desa Meteng bukan atas keinginan pribadi, melainkan atas permintaan dan dorongan masyarakat. Meski sempat dipertimbangkan bersama keluarga, ia akhirnya menerima amanah tersebut sebagai bentuk takdir untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

“Ini adalah amanah dan takdir untuk memberi manfaat. Jika saya sampai menyelewengkan dana desa atau bansos, berarti saya mempertaruhkan dunia dan akhirat saya, termasuk keluarga,” ungkapnya dengan nada tegas.

Ke depan, Abi Udin berharap APBDes dan Peraturan Desa (Perdes) semakin kuat secara hukum serta benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

“Setiap inovasi dan program desa harus memberi manfaat nyata. Ini bukan soal kebanggaan pribadi, melainkan motivasi bersama bagi perangkat desa dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Desa Meteng,” pungkasnya.

Arifin