Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan Hadiri Tradisi Petik Laut : Petik Laut selalu menjadi momentum yang melibatkan banyak elemen masyarakat

PASURUAN | Penatipikorindonesia.com – Indonesia terdiri dari banyak pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, hal ini membuat Indonesia mempunyai beragam tradisi dan adat istiadat di setiap daerahnya. Tradisi yang dianut sangat beragam sesuai dengan kepercayaan dari masing-masing daerah tersebut. Semua tradisi dan adat istiadat sudah ada sejak dulu dan telah menjadi tradisi adat dan istiadat yang dilakukan secara turun temurun.

Khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, mereka mempunyai cara pandangnya sendiri terhadap alam sekitarnya. Hal ini disebabkan masyarakat pesisir beranggapan bahwa hasil dari alam sekitarnya merupakan sumber daya serta kunci dari kesejahteraan hidupnya. Oleh sebab itu, hal ini membuat beberapa masyarakat pesisir mempunyai tradisi yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atau terima kasih disebabkan sumber daya alam (SDA) yang mereka peroleh dari laut dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Dalam hal ini masyarakat Kota Pasuruan antusias melaksanakan tradisi Petik Laut atau Sedekah Laut di Desa Ngemplak yang digelar di Tempat Pelelangan lkan (TPI) Kota Pasuruan, Rabu (16/7/2035). Ribuan warga tampak memadati kawasan pesisir sejak pagi, antusias menyaksikan rangkaian acara yang menjadi bagian penting dalam tradisi dan budaya maritim.

Dalam kegiatan ini diawali dengan pawai kirab budaya yang menampilkan atraksi Drum Band, arak-arakan kepala sapi sebagai ikon larung laut, maskot Petik Laut, serta beragam rombongan berkostum adat dan laut lainnya. Suasana menjadi semakin semarak dengan iringan musik dan tepuk tangan meriah dari warga sepanjang jalur kirab.

Acara ini diawali dalam sambutannya, Walikota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi) menyampaikan bahwa Petik Laut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk ikhtiar spiritual dan budaya yang harus terus dilestarikan.

“Tasyakuran Petik Laut ini adalah warisan budaya dari para leluhur yang harus terus kita jaga. Melalui prosesi ini, kita berdoa untuk keselamatan para nelayan dan warga pesisir, sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan,” tutur Mas Adi, sapaan akrab Walikota.

Mas Adi juga menekankan bahwa kegiatan ini
memiliki potensi besar dalam menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, terutama melalui keterlibatan pelaku UMKM, seniman, budayawan, serta sektor wisata yang berkembang dari tradisi tersebut.

“Setiap tahun, Petik Laut selalu menjadi momentum yang melibatkan banyak elemen masyarakat. Ini menjadi modal usaha kita untuk mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Pasuruan,” lanjutnya.

Mas Adi juga mengakui masih ada pekerjaan rumah terkait pembangunan infrastruktur, namun menilai infrastruktur sosial sudah terbentuk kuat.

“Yang penting lagi, infrastruktur sosial kita sudah terbentuk dengan baik. Masyarakat telah melaksanakan Petik Laut secara rutin, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus melestarikannya,” pungkasnya.

Pemkot Pasuruan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan budaya seperti Petik Laut sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Kota Pasuruan.

 

 

(RED)