Surabaya, Penatipikorindonesia.com – Aksi kekerasan brutal terjadi di lingkungan kerja CV Karunia yang berlokasi di Jalan Nambangan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Seorang karyawan bernama Irfan Maulana (26) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh lima rekan kerjanya sendiri hingga mengalami luka di bagian wajah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (06/03/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di dalam gudang perusahaan saat aktivitas kerja tengah berlangsung.
Korban yang merupakan warga Rangkah 7/66 Surabaya menuturkan, insiden bermula ketika dirinya secara tiba-tiba diserang oleh salah satu rekan kerjanya bernama Yanto, yang kemudian diikuti oleh empat orang lainnya.
“Tanpa banyak bicara saya langsung dipukul di bagian wajah oleh Yanto. Setelah itu empat orang lainnya ikut mengeroyok saya menggunakan tangan kosong,” ungkap Irfan usai membuat laporan di Polsek Kenjeran, Jumat (06/03/2026).
Menurut Irfan, peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan hilangnya barang miliknya yang sebelumnya ia simpan di dalam gudang tempat ia bekerja. Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan hal tersebut kepada mandor perusahaan.
Saat mandor menanyakan siapa yang diduga mengambil barang tersebut, Irfan menunjuk salah satu rekannya, yakni Yanto. Namun, tudingan tersebut justru memicu emosi.
Bukannya melakukan klarifikasi atau mencari solusi secara baik-baik, terlapor diduga langsung meluapkan amarah dengan melakukan pemukulan yang kemudian berubah menjadi aksi pengeroyokan oleh beberapa orang.
Akibat kejadian itu, Irfan mengalami luka di bagian wajah dan terpaksa melarikan diri dari lokasi untuk menyelamatkan diri sebelum akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
Laporan korban telah diterima dengan Nomor: LP/B/74/III/2026/SPKT/Polsek Kenjeran/Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya/Polda Jawa Timur, pada Jumat (06/03/2026) sekitar pukul 08.39 WIB.
Selain membuat laporan, korban juga telah menyerahkan sejumlah bukti kepada penyidik, termasuk hasil visum atas luka yang dialaminya.
“Saya berharap polisi bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus pengeroyokan ini,” tegas Irfan.
Kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan kerja ini kini dalam penanganan pihak Polsek Kenjeran. Publik pun menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta sebenarnya serta memberikan kepastian hukum terhadap para terlapor.
Bersambung













