CILACAP, Penatipikor.com– Pemerintah Desa Karangreja, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, terus mematangkan langkah besar untuk mentransformasi wilayahnya menjadi kawasan produktif mandiri. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Wasono, desa ini tengah merintis jalan menjadi sentral durian unggulan sekaligus memadukannya dalam konsep desa wisata berbasis potensi lokal.
Pantauan di lapangan menunjukkan gerak masif integrasi pertanian ini sudah dimulai dari hilir. Saat ini, hampir setiap pekarangan rumah warga di Desa Karangreja telah dipenuhi oleh tanaman bibit durian bernilai jual tinggi. Tidak tanggung-tanggung, varietas yang ditanam merupakan jenis premium yang sangat diburu pencinta buah, mulai dari Durian Bawor, Musang King, Durian Tembaga, hingga Duri Hitam (Ochee).
”Kami memiliki gagasan besar untuk masa depan desa ini. Karangreja sedang memulai target ke depan untuk membangun lima pilar sentra strategis,” ujar Kepala Desa Karangreja, Wasono, saat memberikan keterangan kepada media.
Wasono memaparkan lima gagasan utama yang kini sedang berjalan dan dikejar target realisasinya
1. Sentra Durian: Memanfaatkan pekarangan warga dan lahan produktif. Saat ini tercatat ada 140 pohon durian yang ditanam di lahan milik desa, dengan total keseluruhan mencapai 1.040 pohon yang tersebar di seluruh wilayah Karangreja.
2. Sentra Mocaf (Modified Cassava Flour): Pengembangan tepung singkong modifikasi yang saat ini produknya sudah mengantongi sertifikat resmi, siap bersaing di pasar yang lebih luas.
3. Sentra Peternakan Kambing: Sentralisasi peternakan untuk memperkuat sektor hewani dan pupuk organik.
4. Desa Anti Korupsi (DAK): Berkomitmen menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel.
5. Desa Wisata: Muara dari seluruh sentra ekonomi, di mana wisatawan nantinya bisa berkunjung menikmati wisata edukasi pertanian, kuliner durian, dan produk lokal.
Terkait modal awal pergerakan ekonomi ini, Wasono menegaskan bahwa program ketahanan pangan untuk tahun anggaran 2024 dan 2025 sudah sepenuhnya terealisasi secara fisik di lapangan menggunakan alokasi Dana Desa (DD).
”Secara fisik dan penanaman, anggaran Dana Desa untuk ketahanan pangan 2024 dan 2025 sudah terealisasi. Sekarang fokus kami adalah tahap pengelolaan yang matang agar investasi jangka panjang ini benar-benar menghasilkan dan menjadi sumber PADes (Pendapatan Asli Desa) serta mendongkrak ekonomi warga,” pungkas Wasono optimis.
Dengan ribuan pohon durian premium yang mulai tumbuh dan produk mocaf yang tersertifikasi, Desa Karangreja diprediksi akan menjadi salah satu magnet agrowisata baru yang diperhitungkan di Kabupaten Cilacap dalam beberapa tahun ke depan.
Pewarta (Rival r.d.k)














