Tangerang | Penatipikorindonesia.com – Banjir meluas dan merendam permukiman warga di Kampung Pasilian Lama RT 02/03 hingga RT 04, Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Genangan air mulai memasuki kawasan permukiman sejak Senin sore (26/1/2026) dan hingga Selasa (27/1/2026) terpantau belum surut.
Berdasarkan keterangan warga setempat, banjir di wilayah tersebut tergolong jarang terjadi hingga meluas ke RT 03 dan RT 04. Pada kejadian kali ini, ketinggian air diperkirakan mencapai betis orang dewasa hingga pangkal paha, sehingga menghambat aktivitas warga dan berpotensi membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.
“Banjir sudah terjadi sejak Senin sore. Tidak biasanya air meluas sampai RT 03 dan RT 04, dengan ketinggian sekitar betis hingga pangkal paha orang dewasa,” ujar Leo, warga Kampung Pasilian Lama, saat dikonfirmasi tim Forum Reporter Jurnalis Republik Indonesia (FRJRI).
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa mengungsi ke Tempat Taman Baca Masyarakat (TBM) Pasilian serta musala terdekat yang berada di dataran lebih tinggi guna menghindari risiko genangan air yang terus meningkat.
Banjir diduga disebabkan oleh luapan Sungai Cipasilian–Cirumpak, anak sungai setempat, yang meluber hingga menggenangi sejumlah wilayah lain, di antaranya Kampung Bintarok, Kampung Wadas, dan Kampung Kramat, Desa Pagedangan Udik, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Pasilian, H. Abdulatif, belum dapat dikonfirmasi terkait langkah penanganan darurat maupun data jumlah warga terdampak banjir.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), prakiraan cuaca di wilayah Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (27/1/2026) menunjukkan kondisi berawan dengan suhu udara sekitar 26 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara tercatat mencapai 87 persen, dengan kecepatan angin sekitar 8 km/jam yang bertiup dari arah barat laut serta jarak pandang lebih dari 10 kilometer (data pemutakhiran BMKG, 27 Januari 2026).

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir. Warga diminta mengamankan barang-barang berharga, mematikan aliran listrik di rumah yang tergenang, serta segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman apabila debit air kembali meningkat.
Aparat desa bersama pihak terkait diharapkan terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna memastikan keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak banjir.
(Red)
Penatipikorindonesia.com












