Sukabumi || Penatipikorindonesia.com – Mengupas lebih lanjut tentang program Revitalisasi yang ada di SMP PGRI 2 Kalapanunggal Desa walangsari, kecamatan kalapanunggal, dalam beberapa hari ini menjadi sorotan publik, menimbul tandatanya bagi sejumlah pihak adanya penunjukan atau pemilihan ketua dalam susunan p2sp oleh kepala sekolah SMP PGRI 2 Kalapanunggal (Marwan),terhadap seorang kepala sekolah SMP PGRI 1 CIAMBAR (Melan Ruslandi) ber domisili ciambar.rabu 20-05-2026
Seperti yang di jelaskan oleh Marwan kepsek SMP PGRI 2 Kalapanunggal kepada rekan media bahwasanya mengapa ia menunjuk Melan Ruslandi sebagai ketua p2sp dalam program Revitalisasi yang di terima di sekolahnya dalam pemahaman yang ia sampaikan kepada kami awak media
“Kenapa saya menunjuk pak melan yang dari sekolah SMP PGRI 1 CIAMBAR dia itu pernah mendapatkan program Revitalisasi juga di tahun sebelumnya jadi saya banyak tanya sama dia mengenai program ini karena saya baru mendapatkan, jadi pak melan sudah berpengalaman dan di dalam aturannya sewaktu bimtek saya sudah komunikasi bahwa dalam bahasa yang tertulis masyarakat itu mencakup masyarakat semua wilayah( masyarakat luas)jadi saya menunjuk pak melan sebagai ketua di sini saja, untuk susunan yang lainnya di isi orang-orang setempat dan para pekerja juga orang setempat,” jelas Marwan
Mengenai adanya informasi yang di himpun oleh rekan media dengan hasil konfirmasi langsung dengan kepala sekolah SMP PGRI 2 Kalapanunggal dan di perkuat oleh Somantri ketua komite sekolah,awak media mencoba menghubungi ketua PGRI kecamatan Kalapanunggal melalui sambungan telepon guna menanyakan sejauh mana ia mengetahui perihal tersebut.
Yusman sebagai (ketua PGRI Kalapanunggal )dalam sambungan komunikasi menjelaskan bahwa apa yang rekan media tanyakan ia baru saja mendengar nya. “kang maaf saya baru mendapatkan informasi dari akang dan sebetulnya saya juga sudah mengagendakan untuk ke lokasi dan berkomunikasi dengan tingkat kabupaten dalam hal yang di pertanyakan oleh rekan-rekan media untuk sementara saya belum bisa menjawab nya.
Sambung Yusman melalui pesan singkatnya: “Waalaikumsalam.Seperti yang saya sampaikan kemarin saya tdk bisa memberikan tanggapan, karena belum melakukan cek silang antara juknis dan tahapan yg diambil oleh penerima anggaran dlm hal ini SMP PGRI 2, karena juknisnya sy belum dalami dan belum ada kordinasi juga dg kepala smp. Jd belum punya kesimpulan apakah kepseknya gagal paham terhadap juknis sehingga melenceng dr aturan, atau memang sesuai juknis namun keliru dalam penyampaian ke hal layak atau sama sekali tdk ada kesalahan.”imbuhnya
Haturnuhun kang atas segala informasinya insyaallah dalam beberapa waktu dekat saya akan cek ke lokasi dan berkomunikasi dengan pihak sekolah.
Menurut pandangan publik adanya penunjukan ketua di luar dari wilayah oleh lembaga sekolah tersebut menimbulkan pandangan miring seakan di wilayah setempat tidak memiliki SDM yang berkompeten dalam hal birokrasi, administrasi,dan kontruksi.padahal melirik dalam arti besar BIMTEK (Bimbingan Teknis) adalah program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi peserta dalam bidang tertentu yang di adakan oleh instansi atau lembaga pemerintah tertentu.
Melihat kembali kepada apa yang terjadi di lapangan khususnya di sekolah SMP PGRI 2 Kalapanunggal mencerminkan suatu ke gagalan penerapan sistem yang sudah di atur dalam mekanisme atau memang seperti yang di jelaskan di atas oleh ketua PGRI kecamatan.
Penulis : Dd. H
Publikasi: @sp.Redaksi**
Admin : Red**








