PASURUAN || Penatipikorindonesia.ocm – Tahun 2025 menjadi penanda 80 tahun Indonesia merdeka. Di berbagai pelosok negeri, rakyat serentak mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol kebanggaan dan penghormatan tertinggi kepada para pahlawan yang rela mengorbankan harta, tenaga, bahkan nyawa demi tegaknya kedaulatan bangsa.
Namun, momentum sakral ini tercoreng dengan kemunculan bendera asing yang tak semestinya berkibar di tanah air sendiri. Fenomena munculnya bendera One Piece di tengah peringatan hari kemerdekaan memantik pertanyaan besar: ke mana perginya rasa nasionalisme kita?
Redaksi Penatipikorindonesia Kaperwil Jawa Timur dalam pandangannya menegaskan, tantangan generasi hari ini bukan lagi mengusir penjajah, melainkan mengisi kemerdekaan dengan menjaga martabat bangsa. Jangan sampai simbol perjuangan para pahlawan — Merah Putih yang dikibarkan di medan perang — ternodai oleh kelalaian kita sendiri yang abai terhadap makna sejarah.
Kemerdekaan bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi refleksi akan pengorbanan dan harga diri bangsa. Menghormati bendera berarti menghormati darah dan air mata para pendahulu yang telah gugur. Jika kita tidak lagi mampu menjaga simbol ini, maka di manakah letak kebanggaan kita sebagai warga negara Republik Indonesia?
Opini redaksi:Medeka sekali meredeka tetap merdeka Dirgahayu Republik indonesia ke 80
(RED)













